Kontur tanah yang berkerikil ataupun berpasir sangat mempengaruhi kecepatan resapan air, semakin besar ukuran pori pori tanah akan semakin mempercepat dan makin dalam meresapnya zat yang dapat mencemari kualitas air dalam tanah .Penyebaran bakteriologis secara vertikal dapat mencapai 2 meter dan secara horizontal dapat mencapai 11 meter searah dengan arah aliran air dimana 5 meter awal akan melebar mencapai 2 meter kemudian mengerucut sampai mencapai 6 meter sehingga konstruksi sumur gali yang dibuat tidak memenuhi syarat kesehatan dapat menyebabkan air sumur gali mudah terkontaminasi melalui rembesan yang berasal dari kotoran hewan ataupun manusia dikarenakan air sumur gali menyediaakan air yang berasal dari lapisan tanah yang dekat dengan air permukaan. Sarana sumur gali yang baik harus didukungn dengan syarat konstruksi seperti ( dinding, bibir, lantai dan saluran pembuangan air limbah/SPAL) dan lokasi dibangunan sumur gali harus bebas dari daerah banjir sehingga air sumur gali memiliki kualitas sesuai dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konstruksi sumur gali terhadap bakteriologis coli tinja dan menganalisis strategi pengendalian bakteriologis coli tinja air sumur gali di koya barat distrik muara tami Kota Jayapura Papua. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yang mana dilakukan penilaian kondisi fisik sumur gali, menganalisis kandungan bakteriologis coli tinja menggunakan metode MPN dan menganalisis pengaruh konstruksi sumur gali terhadap bakteriologis coli tinja menggunakan uji chi-square dengan spss 19 serta menganalisis strategi pengendalian kualitas bakteriologis coli tinja menggunakan analisis Swot. populasi dalam penelitian ini berjumlah 170, sedangkan sampel diambil 20% berdasarkan arikunto 170x0,20=34 sumur gali.Hasil Penelitian Menunjukan terdapat hubungan dinding dan bibir sumur gali terhadap kualitas bakteriologis coli tinja dengan nilai sig (0,000), terdapat pengaruh lantai sumur gali terhadap bakteriologis coli tinja dengan nilai sig(0,005) dan strategi yang digunakan dalam pengendalian bakteriologis coli tinja adalah strategi memanfaatkan kekuatan (strengths) untuk menghindari ancaman (threath) yaitu meningkatkan kualitas air sumur gali seiring bertambahnya jumlah penduduk, meningkatkan pengelolaan limbah peternakan dengan baik,meningkatkan cara pembuatan septictank yang memenuhi syarat,meningkatkan informasi kepada masyarakat tentang pembuatan sumur gali yang baik,menigkatkan informasi dan pengawasan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas air agar terhindar dari penyakit.
