Sharing Session Widyaiswara BBPK Jakarta – Public Speaking
Sharing Session Widyaiswara BBPK Jakarta merupakan forum pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi pegawai internal dalam rangka memperkuat kompetensi yang mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Pada sesi ini, topik Public Speaking menjadi fokus pembelajaran dengan materi yang bersumber dari pengalaman para narasumber mengikuti kegiatan program Impactful Speaking: Mastering Communication through Experiential and Social Learning.
Public speaking dalam konteks lingkungan kerja memiliki relevansi yang kuat karena kemampuan menyampaikan informasi secara efektif merupakan bagian penting dari interaksi profesional. Pegawai tidak hanya dituntut memiliki penguasaan substansi, tetapi juga mampu mengomunikasikan gagasan, informasi, dan pesan kepada audiens secara terarah dan mudah dipahami. Oleh karena itu, penguatan kemampuan berbicara di depan audiens menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Narasumber yang merupakan widyaiswara:
1. Swasti Setyorini, SKM, M.Epid
2. Patricia Olivine Aprilis Hutapea, S.Kep., Ns., M.Kes
3. Riris Sakinah, M.K.M
Telah mengikuti kegiatan peningkatan performa komunikasi ASN Kementerian Kesehatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto melaui program Impactful Speaking: Mastering Communication through Experiential and Social Learning menggunakan model pembelajaran 70:20:10, yang terdiri dari:
1. Pelatihan Public Speaking bagi SDM Kesehatan.
2. Work Place Learning: Pembelajaran ditempat kerja disertai dengan coaching dan mentoring.
Para peserta memperoleh ruang untuk memperluas pemahaman dan pembelajaran praktis terkait public speaking. Kegiatan berbagi pengalaman dari widyaiswara juga menjadi sarana untuk mempertemukan pengetahuan dengan praktik komunikasi yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi kedinasan, baik dalam penyampaian materi, presentasi, rapat, koordinasi, maupun forum kelembagaan lainnya.
Bagi BBPK Jakarta, penguatan kompetensi komunikasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan individu, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap terbentuknya komunikasi internal yang efektif, profesional, dan kolaboratif. Dengan kemampuan menyampaikan pesan secara tepat kepada audiens, pegawai diharapkan semakin mampu mendukung kelancaran koordinasi, transfer informasi, serta pelaksanaan tugas dan pelayanan organisasi.
