Kendali Mutu dan Kendali Biaya Rumah Sakit,

Strategi Value-Based Healthcare di Era JKN

 

 

Industri perumahsakitan di Indonesia sedang mengalami disrupsi fundamental. Pergeseran dari sistem pembayaran fee-for-service menuju sistem prospektif (INA-CBGs) memaksa rumah sakit untuk melakukan transformasi radikal. Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB) bukan lagi sekadar slogan akreditasi, melainkan strategi bertahan hidup (survival strategy). Namun, bagaimana menerapkannya tanpa mengorbankan etika dan keselamatan pasien?

Buku "Kendali Mutu dan Kendali Biaya Rumah Sakit" yang terdiri dari 20 bab komprehensif ini menjawab tantangan tersebut secara tuntas. Penulis, Dr. I Nyoman Dharma Wiasa, dengan latar belakang pendidikan multidisiplin yang unik, mengurai benang kusut manajemen rumah sakit modern melalui pendekatan yang sistematis dan praktis.

Pembahasan dalam buku ini mencakup:

  • Fondasi Strategis: Memahami filosofi KMKB, regulasi hukum terkini, dan dinamika sistem JKN.
  • Instrumen Teknis: Panduan langkah demi langkah menyusun Clinical Pathway, melakukan analisis Unit Cost (biaya satuan), serta strategi koding klinis yang etis dan optimal.
  • Manajemen Operasional: Penerapan Utilization Review, efisiensi logistik farmasi, dan metodologi Lean Management untuk memangkas pemborosan (waste).
  • Tata Kelola & SDM: Peran TKMKB, kepemimpinan strategis, audit medis, hingga manajemen kinerja berbasis Balanced Scorecard.
  • Visi Masa Depan: Transformasi digital, pemanfaatan Big Data/AI, dan pergeseran paradigma menuju Value-Based Healthcare.

Buku ini tidak hanya berbicara tentang angka dan efisiensi finansial, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga "ruh" pelayanan kesehatan melalui etika bisnis dan kepemimpinan yang berintegritas. Dilengkapi dengan lampiran teknis, template, dan studi kasus, buku ini dirancang untuk menjadi "kitab rujukan" bagi Direktur Rumah Sakit, Manajer Medis/Keuangan, Komite Mutu, Mahasiswa Manajemen Rumah Sakit, serta regulator kesehatan.

Ini adalah panduan definitif untuk mengubah tantangan efisiensi menjadi peluang keunggulan kompetitif.