Tahukah kamu? Berdasarkan data PISA, Indonesia berada di peringkat ke-5 dari 78 negara dalam kasus bullying. Fakta ini tentu miris dan mengingatkan kita bahwa perundungan bukan masalah sepele, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan mental generasi muda.

Siapa saja yang sering jadi target? Mereka yang memiliki keunikan, keterbatasan, atau sekadar tampil beda sering kali menjadi sasaran empuk singkatan D-I-E-J-E-K (Disabilitas, Introvert, Etnis berbeda, Jarang berbaur, Ekspresi diri unik, dan Kurang percaya diri). Dampaknya pun tidak main-main: mulai dari rasa cemas, menarik diri, depresi, hingga penurunan prestasi.

Yuk, kita putus rantai perundungan dengan menerapkan gerakan A-M-A-N:

👁️ Amati lingkungan sekitar.

👂 Mendengar tanpa menghakimi.

🗣️ Ajak bicara dan beri dukungan moral.

🤚 Nyatakan penolakan terhadap perundungan.

Mari bersama-sama kita ciptakan ruang belajar yang suportif karena Kampus Sehat, Mental Kuat! 💪💙