Pengembangan kompetensi tidak lagi hanya mengandalkan pembelajaran klasikal, tetapi diperluas

melalui pembelajaran nonklasikal yang berbasis pengalaman nyata di tempat kerja, seperti coaching,

mentoring, magang, pertukaran pegawai, dan berbagai bentuk pembelajaran berbasis praktik lainnya.


Pembelajaran nonklasikal memungkinkan ASN untuk belajar langsung dari pengalaman kerja,

melakukan refleksi atas praktik yang dijalankan, memaknai pembelajaran secara mendalam, serta

menerapkannya kembali dalam konteks tugas sehari-hari. Dengan pendekatan ini, proses belajar

menjadi relevan dengan pekerjaan, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendorong

tumbuhnya budaya belajar dan berbagi pengetahuan di lingkungan Kementerian Kesehatan.


Buku panduan ini disusun sebagai acuan bagi unit kerja, pimpinan, dan ASN dalam merancang,

melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran nonklasikal secara sistematis dan selaras dengan arah

Transformasi Kesehatan. Panduan ini bersifat dinamis dan akan terus dikembangkan serta disempurnakan

secara berkelanjutan seiring dengan perkembangan kebijakan, kebutuhan organisasi, dan tantangan

strategis yang dihadapi Kementerian Kesehatan.