Kehilangan sebagian alat gerak pada pasien
amputasi transfemoral akan menyebabkan berkurangnya
ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktivitas.
Akibat proses amputasi pasien mengalami perasaan
kehilangan yang berakibat pada kehilangan kepercayaan
diri, sehingga banyak yang kurang semangat dalam
menjalani hidup karena tidak bisa beraktifitas seperti
semula akibat kehilangan anggota gerak badan. Salah
satu cara meningkatkan kualitas hidup pada penyandang
disabilitas adalah dengan melakukan pemberdayaan.
Dalam meningkatkan kualitas hidup pasien, terdapat
beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu motivasi, Self
efficacy, religiusitas, social support, dan optimisme, dan
subjective well being. Oleh karena itu peneliti tertarik
untuk mengambil judul “Optimasi Performa Kualitas
Hidup Pada Pasien Post Amputasi Transfemoral”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh
variabel bebas (motivasi, Self efficacy, religiusitas,
optimisme, social support), variabel mediasi (subjective
well being), terhadap variabel terikat (kualitas hidup).
Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan
adalah kuesioner. Kuesioner motivasi, Self efficacy,
religiusitas, optimisme, social support dan subjective well
being disusun berdasarkan teori. Uji validitas kuesioner
dalam penelitian ini menggunakan program SPSS dengan
vrumus korelasi product moment. Hasil Uji Validitas
menyatakan semua item pertanyaan pada Kuesioner
seluruhnya valid. Uji Reliabilitas menggunakan Alpha
Cronbach. Hasil Uji Reliabilitas menunjukkan semua
item pertanyaan kuesioner dinyatakan reliable. Sehingga
dapat digunakan untuk penelitian. Kualitas hidup diukur
menggunakan Instrumen WHOQOL-BREF. Penelitian
dilakukan di PT. Kuspito Ortotik Prostetik. Populasi
sebanyak 150 pasien amputasi transfemoral. Teknik
sampling menggunakan simple random sampling. Jumlah
sampel sebanyak 110 orang. Pengambilan data penelitian
dilaksanakan pada bulan September – Desember 2018.
Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling
(SEM) dengan menggunakan software AMOS 20.
Hasil analisis SEM pada pengaruh motivasi terhadap
kualitas hidup, hasilnya motivasi sebesar 0,560, Self efficacy
sebesar 6,851, religiusitas sebesar 7,217, Social Support
sebesar 6,22, optimisme sebesar 7,353. Karena nilai CR
> 1,96, sehingga dapat dinyatakan motivasi, Self efficacy,
religiusitas, Social Support, dan optimisme berpengaruh
terhadap kualitas hidup. Hal ini berarti bahwa semakin
baiknya kualitas hidup pasien post transfemoral amputasi
dikarenakan motivasi, Self efficacy, religiusitas, Social
Support, dan optimisme dari pasien tersebut.
Hasil analisis dari perhitungan dan uji Sobel Test
pengaruh tidak langsung terhadap kualitas hidup dengan
mediator melalui Subjective well being menunjukkan
bahwa nilai CR Motivasi sebesar 3,965, Self efficacy
sebesar 4,345, religiusitas sebesar 4,484, Social Support
sebesar 4,112, optimism sebesar 4,504. Karena > t tabel
viyaitu 1,980 sehingga dapat dinyatakan bahwa motivasi
mempengaruhi kualitas hidup pada pasien post amputasi
transfemoral melalui Subjective well being. Self efficacy
mempengaruhi kualitas hidup pada pasien post amputasi
transfemoral melalui Subjective well being. Religiusitas
mempengaruhi kualitas hidup pada pasien post amputasi
transfemoral melalui Subjective well being. Social Support
mempengaruhi kualitas hidup pada pasien post amputasi
transfemoral melalui Subjective well being. Optimisme
mempengaruhi kualitas hidup pada pasien post amputasi
transfemoral melalui Subjective well being.

